Rabu, 22 Februari 2012

OBJEK PENGANIAYAAN...

lanjuutt....


Ok.. kita lanjutin lagi ya .. setelah merenung dan bermuhasabah diri.. (bahasa elo Din din ,,, ckckckck) dan mengalami andilau alias antara dilema dan galau ,, ternyata gw dpt pencerahan dari lampu kamar gw .. weew. Dan kejelasan cowo apa cewe nya gw terungkap.. gw adalah CEWE. Tenang tenang tenaang... gw punya bukti klo gw cewe yaitu dg lihat akta kelahiran gw, ijazah-ijazah gw, dan tentunya gw yg lebih tau klo gw itu cewe, KTP, KTM, satu lagi elo bisa liat photo profil gw d FB, Twitter, blog gw itu pake kerudung, cewe kn tuh. Gimana??? Fffiiuuuuhhh!!! Percaya ga percaya itulah faktanya . gw rasa fakta tsb udah cukup mewakili semuanya..hheee gw CEWE!!! YES!

Nah, sejak itu gw banyak dikerubungi sama cowo cowo.. eeeeiittzzz jangan ngedumel dulu ,, gw dikerubunginnya itu tuh karena mereka ada maunya.. bukan uang, rumah, emas, permata, harta, tahta ataupun wanita.. alay elo Din kaya ababil alias abg labil. Yg mereka inginkan dariku hanyalah kesediaan diriku untuk menjadi OP alias Objek Penganiayaan. Entah kenapa gw bisa jadi sasaran empuk mereka buat memuaskan hasrat kejahilan mereka padaku.. hikshiks.. (sinetron bgt ga sih) mungkin karena gw orangnya dijahilin alias dikerjai apa aja,, dan gw nanggepinnya biasa aja, biarpun diomongin apa aja gw mah ga langsung dimasukin ke ati tapi ke bumper gw biar langsung gw keluarin klo ke kmar mandi.. mungkin itu yang bikin mereka slalu ada bahan kejahilan buat gw.. hhaaa bner ga sih??? Dan gw nyaman nyaman aja tuh .. dan itu bikin gw seneng dan gw anggep mereka tuh lagi nunjukin rasa sayang mereka sama gw dg cara mereka sendiri....huuuuaaaaaaa
itu baru secara umum. cerita itu gw alami pas udah masuk SMA... disitu bakalan lebih lengkap kap kap kap.. Bi, ikan kakapnya berapa??? (naon sih?)
 
bersambung lagi...

Selasa, 21 Februari 2012

Gw Cewe apa Cowo????

Nama gw Rosdiana. biasa dipanggil dalam keluarga Dina, Ateu dan demek, klo temen temen manggil gw Ros, Rosdi, Madam, penangkal petir, Rosdong, Mba/mbe Ros, Ka Ros, bu Ros, dan juga pesek. terserah kalian mau manggil gw apa aja sesuai dg list di atas. 

Kata temen temen sih gw itu orangnya supel alias mudah bergaul, dan juga alay atau lebay atau se-speciesnya dan juga aneh. Keluarga gw, sodara sodara gw, mreka bilang tomboy. Kenapa begitu? Ini dia ceritanya..

Dari SMP gw udah suka banget sama yang namanya olahraga, khususnya sepakbola, badminton dan motoGP. Cuma suka aja ya, ga sampe jadi pemainnya ko. Tenang aja. Sampe sampe pernah paman gw pernah bilang “kamu tuh dibilang cewe bukan, cowo juga bukan..” gw terhentak kaget donk ,, jelas jelas gw itu cewe gitu loh.. whayyyy???? Dia bilang “soalnya mau dibilang cewe, baju yang kamu pake kaos bola, jaket bola, tembok kamar diisi sama yang namanya poster poster bola kalo ngga pembalap motoGP..”  dalam hati gw berontak donk apa cewe ga boleh suka sama olahraga yang diminati banyak pria???? Paman gw nerusin “...mau dibilang cowo rambut elo panjang, sekolah masih pake rok, dan shalat msih pake mukena” .. “iiiihhh aku tuh ceweeeee .... bener kan mih??” gw nanya sama ibu gw yg ada disamping gw.. dan ibu gw menjawab yg ga pernah gw sangka, gw nyana, dan gw duga.. dia bialang “ mungkin aja yg bikin aktanya salah nulis, buktinya tgl lahir km aja salah heheh..” emng iya sih bner klo tgl lahir gw salah harusnya tgl 20 jadi tgl 28 untung aja tahunnya ga salah klo salah bisa bisa tadinya 1992 jadi 1929, tidaaaaakk...
apa iya salah nulis ????? gw cowo? Apa gw cewe??? eemmiiiiiihhhhh bapaaaaaaaaaa....

 
To be continued...

Senin, 20 Februari 2012

Dimana dia ya Allah?

“Dimana dia ya Allah….???? Seorang laki-laki yang telah kau janjikan untukku. Seorang laki-laki sebagai penyempurna agamaku, penjaga ketaatanku sekaligus penggenap langkah dakwahku….??????”

Lelah… dan teramat letih…!!!

Jika hati ini mencoba mengeja setiap rencana Allah. Tapi satu keyakinan yang akan terus membuatku tersenyum di tengah hati yang semakin lelah. Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”. Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26. Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah.

Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dimata Allah, maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.

Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu.

Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka, izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.

Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separoh dari agama ini.

Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah.

Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji-Nya. Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah. Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita. Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.

Insya Allah akhi…

Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.

Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu. Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih. Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan doa. Sabar bukan berarti diam. Sabar bukan berarti pasiv. Sabar bukan berarti hanya duduk menunggu. Tapi sabar adalah ekspresi usaha tanpa henti. Ayunan langkah kaki untuk terus berikhtiar meraih apa yang Allah janjikan. Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah. Jodoh memang ada di tangan Allah. Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah. Tidak akan pernah sampai di tangan kita. Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri. Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman. Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar.

Akhi….

Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati. Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan. Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang-orang yang sedang menanti sepertiku.

Aku masih setia menantimu,,,Duhai CALON IMAMKU ♥ ♥

KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN PENGANTAR

KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN
PENGANTAR
Penghargaan mempunyai pengaruh yang positif dalam kehidupan manusia sehari – hari, yaitu mendorong seseorang memperbaiki tingkah laku serta meningkatkan kegiatannya atau usahanya. Sedangkan secara psikologis, setiap orang mengharapkan adanya penghargaan terhadap suatu usaha yang telah dilakukannya.penghargaan yang diberikan terhadap seseorang yang telah menunjukkan perbuatan baik, tidak selalu harus dalam bentuk materi, akan tetapi bisa dilakukan dalam bentuk – bentuk lain seperti memberikan pujian dengan ucapan terima kasih, bagus, sikapmu sangat baik, pakaianmu rapi, atau kata – kata lain yang sejenis dimana diharapkan orang yang mendapat penghargaan merasa dihargai. Pujian melalui kata – kata atau memberikan respon positif terhadap prilaku yang ditunjukkan oleh seseorang dikategorikan sebagai penguatan.
Dalam kehidupan sehari – hari penguatan bukan merupakan sesuatu yang asing, meskipun banyak yang tidak menyadari bahwa yang dimunculkan tersebut adalah penguatan. Misalnya seorang anak diberi hadiah sepeda karena berhasil memenangkan lomba gerak jalan atau seseorang mengucapkan terima kasih setelah menerima sesuatu.
Dalam proses pembelajaran, penghargaan atau pujian terhadap perbuatan baik yang dilakukan oleh siswa merupakan hal yang sangat diperlukan, sehingga dengan penguatan tersebut diharapkan siswa akan terus berusaha berbuat lebih baik. Misalnya guru yang tersenyum atau mengucapkan kata – kata bagus kepada siswa yang dapat mengerjakan pekerjaan rumah yang baik akan besar pengaruhnya kepada siswa. Siswa tersebut akan merasa puas dan merasa diterima atas hasil yang telah dicapai dan siswa lain diharapkan akan berbuat seperti itu. Di dalam buku Pembelajaran Mikro dikatakan bahwa anak butuh pengakuan terhadap sesuatu yang dilakukannya, adanya pengakuan akan menimbulkan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus melatih diri dengan berbagai jenis penguatan dan membiasakan diri untuk menerapkannya dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak hanya sekedar berisi sajian materi untuk dikuasai oleh anak, akan tetapi bermuatan nilai – nilai edukatif untuk membentuk pribadi – pribadi yang baik yang selalu saling menghargai.
Untuk lebis membuka pemahaman kita tentang apa itu penguatan, pada bagian berikut akan dijelaskan mengenai pengertian penguatan, tujuan memberikan pengauatan, prinsif – prinsif pengguanaan penguatan, macam – macam penguatan dan instrumen observasi terhadap keterampilan memberikan penguatan itu sendiri.
A. Pengertian Penguatan
Berikut ini akan dijabarkan pengertian penguatan menurut berbagai sumber yang penulis dapatkan di antaranya adalah :
1. Penguatan adalah respon yang diberikan atas prilaku atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat terulangnya kembali atau meningkatnya prilaku atau perbuatan yang dianggap baik tersebut.
2. Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi si penerima (siswa) atas perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan atau koreksi.
3. Penguatan adalah respon terhadap suatu prilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali prilaku tersebut.
4. Penguatan adalah respon yang diberikan terhadap prilaku atau perbuatan baik, yang dapat memacu terulangnya perbuatan baik tersebut.
5. Penguatan adalah respon yang diberikan oleh guru terhadap prilaku siswa yang baik yang menyebabkan siswa tersebut terdorong untuk mengulangi atau meningkatkan prilaku yang baik tersebut.
Dari beberapa definisi penguatan tersebut di atas, dapat penulis simpulkan bahwa penguatan dalam proses pembelajaran adalah segala bentuk respon yang diberikan oleh guru baik yang bersifat verbal ataupun nonverbal terhadap tingkah laku siswa dengan tujuan untuk memberikan umpan balik atas perbuatan siswa tersebut. Dalam hal ini adalah perbuatan siswa yang baik diharapkan terulang kembali dan memotivasi siswa yang lain untuk berbuat hal yang sama seperti siswa yang diberikan penguatan tadi. Namun tidak tertutup kemungkinan guru memberikan respon terhadap prilaku siswa yang tidak baik, akan tetapi pada prinsifnya dalam hal ini sebaiknya guru menghindari respons yang negatif.

B. Tujuan Pemberian Penguatan
Secara umum, pemberian penguatan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah :
1. Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa terhadap materi ajar
Malalui penguatan yang diberikan oleh guru terhadap prilaku belajar siswa, siswa akan merasa diperhatikan oleh gurunya . Dengan demikian, perhatian siswapun akan semakin meningkat seiring dengan perhatian guru melalui respons yang diberikan kepada siswanya. Apabila perhatian siswa semakin baik, maka dengan sendirinya motivasi belajarnyapun akan semakin baik pula. Misalnya ketika siswa melakukan diskusi, kemudian guru memberikan pujian dengan kalimat “cara kamu memberikan argumentasi sudah tepat”. Penguatan yang diberikan melalui kalimat tadi akan menambah motivasi pada kegiatan diskusi selanjutnya, sehingga siswa akan semakin kritis dan mampu menyampaikan argumentasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.
2. Memudahkan siswa belajar.
Tugas guru sebagai fasilitator pembelajaran bertujuan untuk memudahkan siswa belajar. Untuk memudahkan belajar harus ditunjang oleh kebiasaan – kebiasaan positif dalam pembelajaran, yaitu dengan memberikan respon – respon (penguatan) yag akan semakin mendorong keberanian siswa untuk mencoba, bereksplorasi dan terhindar dari perasaan takut salah dalam belajar.
3. Menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa
Rasa percaya diri merupakan modal dasar dalam belajar. Perasaan khawatir, ragu – ragu, takut salah dan perasaan – perasaan negatif yang akan mempengaruhi terhadap kualitas proses pembelajaran harus dihindari. Salah satu upaya untuk memperkecil perasaan – perasaan negatif dalam belajar, yaitu melalui pemberian penguatan atau respon yang diberikan oleh guru terhadap sekecil apapun perbuatan belajar siswa.
4. Memelihara iklim kelas yang kondusif
Suasana kelas yang menyenangkan, aman dan dinamis akan mendorong aktivitas belajar siswa lebih maksimal. Melalui penguatan yang dilakukan oleh guru, suasana kelas akan lebih demokratis, sehingga siswa akan lebih bebas untuk mengemukakan pendapat, berbuat, mencoba dan melakukan perbuatan – perbuatan belajar lainnya. Hal ini tentu saja sebagai dampak dari adanya respon yang mengiringi terhadap proses dan hasil belajar yang dilakukan oleh siswa.
5. mengontrol perilaku negatif
Sedangkan Drs. Soetomo mengatakan tujuan memberikan penguatan adalah:
1. Dapat meningkatkan perhatian siswa dan motivasi siswa terhadap materi
2. Dapat mendorong siswa untuk berbuat lebih baik dan produktif
3. Dapat menumbuhkan rasa kepercayaan kepada diri siswa itu sendiri
4. Dapat menimbulkan interaksi antar siswa secara aktif
5. Dapat meningkatkan cara belajar siswa aktif
6. Dapat mendorong siswa untuk meningkatkan belajarnya secara mandiri.
C. Prinsip – Prinsip Penggunaan Penguatan
Agar penguatan yang diberiakan guru dapat berfungsi secara efektif, guru hendaknya memperhatikan prinsif – prinsif pemberian penguatan sebagai berikut :
1. Kehangatan dan keantusisan
Penguatan yang diberikan untuk memenuhi prinsif ini dapat ditunjukkan dengan berbagai cara, misalnya dengan wajah berseri disertai
dengan senyuman, suara riang penuh perhatian, atau sikap yang sungguh – sungguh memberi kesan bahwa penguatan yang diberikan memang diberikan secara sungguh – sungguh. Sebaliknya, penguatan yang diberikann dengan suara lesu, sikap acuh tak acuh, wajah yang murung, tidak akan ada dampak positifnya bagi para siswa, bahkan hanya akan menimbulkan kesan negatif bagi siswa.
2. Kebermaknaan
Penguatan yang diberikan guru haruslah membuat siswa memang merasa bahwa penampilan atau tindakannya patut diberi penguatan, sehingga siswa terdorong untuk meningkatkan penampilannya. Misalnya, jika guru mengatakan “model yang kamu rancang sangat menarik”, hendaklah model yang dibuat siswa tersebut memang benar – benar menarik dan patut dibahas, sehingga siswa benar – benar merasa bahwa ia memang patut mendapat pujjian. Dengan perkataan lain, pujian itu bermakna bagi dia, yaitu dapat mendorong ia untuk bekerja lebih giat dalam menciptakan model. Namun jika model yang dibuat sangat kasar dan tidak sesuai dengan tugas yang diberikan, sebaiknya guru jangan memuji model tersebut, tetapi hanya mencoba menyadaran siswa tersebut akan hasil karyanya. Misalnya dengan mengatakan : “saya tahu kamu sudah bekerja keras menciptakan model ini, kalau bagian – bagian ini kamu perhalus lagi, modelmu akan menjadi lebih baik.
3. Menghindari Penggunaan Respon Negatif
Respon negatif seperti kata – kata kasar, cercaan, hukuman, atau ejekan dari guru merupakan senjata ampuh untuk menghancurkan iklim kelas yang kondusif maupun kepribadian siswa sendiri. Oleh karena itu, guru hendaknya menghindari segala jenis respon negatif tersebut. Jika siswa memberikan jawaban atau menunjukkan penampilan yang tidak memuaskan, guru hendaknya menahan diri dari keinginan mencela atau mengejek jawaban atau penampilan tersebut. Dalam hal jawaban yang keliru terhadap pertanyaan yang diajukan oleh guru, guru dapat mengalihkan pertanyaan tersebut kepada siswa lain. Dengan cara begini, tanpa diucapkan oleh guru, siswa akan menyadari bahwa jawabannya kurang sempurna (jika yang ditunjukkan siswa adalah penampilan yang tidak sempurna).
Di samping ketiga prinsif penggunaan tersebut di atas, dalam memberikan penguatan guru hendaknya memperhatikan hal – hal berikut :
1. Sasaran Penguatan
Sasaran penguatan yang diberikan oleh guru haruslah jelas. Dalam hal ini guru dapat memberikan penguatan kepada pribadi tertentu, misalnya : “Tita, karanganmu hari ini bagus sekali”. Kepada kelompok siswa, ataupun kepada seluruh siswa secara utuh, misalnya : “wah ibu bangga benar dengan kedisiplinan kelas 2a ini”. Dengan demikian, setiap penguatan yang diberikan oleh guru haruslah jelas sasarannya, apakah ditujukan kepada pribadi tertentu, kepada kelompok kecil siswa, atau kepada seluruh siswa.
2. Penguatan harus diberikan dengan segera
Agar dampak positif yang diharapkan tidak menurun bahkan hilang, penguatan haruslah diberikan segera setelah siswa menunjukkan respon yang diharapkan. Dengan kata lain, tidak ada waktu tunggu antara respon yang ditunjukkan dengan penguatan yang diberikan.
3. Variasi Dalam Penguatan
Pemberian penguatan haruslah dilakukan dengan variasi yang kaya hingga dampaknya cukup tinggi bagi siswa yang menerimanya.
Lebih ringkas Dr.IG. AK Wardana, dkk mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memberikan penguatan, di antaranya adalah :
a) Harus diberikan dengan hangat dan antusias sehingga siswa dapat merasakan kehangatan tersebut.
b) Harus bermakna, yaitu sesuai dengan prilaku yang diberikan penguatan.
c) Hindarkan respons yang negatif terhadap jawaban siswa.
d) Siswa yang diberikan penguatan harus jelas (sebutkan namanya, atau tujukan pandangan kepadanya).
e) Penguatan dapat juga diberikan kepada kelompok siswa tertentu.
f) Agar menjadi lebih efektif, penguatan harus diberikan segera setelah prilaku yang baik ditunjukkan.
g) Jenis penguatan yang diberikan hendaknya bervariasi.
D. Macam – Macam Penguatan
1. Penguatan Verbal
Penguatan verbal merupakan respon yang diberikan oleh guru terhadap prilaku belajar siswa. respon yang diberikan melalui penguatan verbal ini yaitu dalam bentuk kata – kata atau ucapan secara lisan. Adapun kata – kata atau ucapan lisan sebagai bentuk penguatan tersebut misalnya :
• Kata – kata : bagus, baik, luar biasa, ya, betul, tepat, atau kata – kata lain yang sejenis.
• Kalimat : pekerjaanmu rapi sekali, seratus buat kamu, tepat sekali yang kamu katakan, dan sebagainya. Dalam sumber lain dapat penulis jabarkan contoh penguatan secara verbal :
Guru : “anak – anak, siapa di antara kalian yang mengetahui salah satu sifat udara! (guru memberi kesempatan kepada siswa, kemudian menunjuk salah seorang siswa) “ coba kamu, Irwan!” (sambil menunjuk kepada Irwan)
Irwan : “udara mempunyai bentuk seperti wadahnya, Bu!”
Guru : “Bagus, itu jawaban yang tepat. Ibu senang mempunyai siswa yang dapat menjawab dengan baik seperti kamu.”
2. penguatan Non-Verbal
penguatan verbal pada dasarnya yaitu respon terhadap prilaku belajar siswa yang dilakukan tidak dengan kata – kata atau ucapan lisan, melainkan dengan perbuatan atau isyarat – isyarat tertentu yang menunjukkan adanya pertautan dengan perbuatan siswa. Adapun jenis – jenis respon (penguatan) yang digolongkan ke dalam penguatan non-verbal antara lain sebagai berikut :
a) Mimik dan gerakan badan
Mimik muka dan gerakan badan tertentu yang dilakukan oleh guru seperti : mengekspresikan wajah ceria, senyuman, anggukan kepala, mengacungkan ibu jari, tepukan tangan dan gerakan – gerakan badan lainnya sebagai tanda kepuasan guru terhadap respon siswa merupakan bentuk penguatan. Secara psikologis, siswa yang menerima perlakuan guru tersebut tentu saja akan menyenangkan dan akan memperkuat pengalaman belajar bagi siswa. dalam pelaksanaannya, penguatan non-verbal dapat dikombinasikan dengan penguatan verbal, misalnya sambil mengatakan “bagus” guru menyertainya dengan acungan ibu jari dan lain sebagainya.
b) Gerak mendekati
Gerak mendekati dilakukan guru dengan cara menghampiri siswa, berdiri di samping siswa atau bahkan duduk bersama – sama dengan siswa. Pada saat guru mendekati, siswa merasa diperhatikan sehingga siswa akan merasa senang dan aman. Kegiatan mendekati sebagai salah satu bentuk penguatan non-verbal yang dalam pelaksanaannya bisa dikombinasikan dengan penguatan verbal. Misalnya sambil mendekati siswa, guru menyampaikan pujian secara lisan, “bagus, teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya.
c) Sentuhan
Penguatan dalam bentuk sentuhan yaitu dilakukan dengan adany kontak fisik antara guru dengan siswa (gesturing). Jabatan tangan, menepuk, mengelus anggota badan tertentu yang dianggap tepat. Agar sentuhan yang dilakukan berfungsi secara efektif sebagai salah satu bentuk penguatan, maka pelaksanaannya harus mempertimbangkan berbagai unsur, seperti kultur, etika, moral, dan kondisi siswa itu sendiri. Hal ini penting agar sentuhan yang dilakukan tidak menimbulkan masalah yang akan menghilangkan fungsi sentuhan sebagai bentuk penguatan.
d) Kegiatan yang menyenangkan
Untuk meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa, guru dapat melakukan penguatan dengan cara memberi kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuannya sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Misalnya bagi siswa yang telah menyelesaikan tugas lebih dulu, guru memberi kesempatan kepada siswa tersebut untuk membimbing temannya yang belum selesai. Dengan memberi kesempatan kepada siswa menampilkan kelebihan yang dimiliki, siswa akan merasa dihargai dan dengan demikian akan semakin menambah keyakinan, kepercayaan diri yang sangat perlu dimiliki oleh setiap siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
e) Pemberian simbol atau benda
Simbol adalah tanda – tanda yang diberikan atau dilakukan guru terkait dengan prilaku belajar siswa. misalnya memberi tanda ceklis, paraf, komentar tertulis, tanda bintang, dan lain – lain. Demikian juga dengan pemberian benda dapat dibenarkan selama benda yang diberikan itu bersifat mendidik. Hanya saja hal ini jangan terlalu sering digunakan agar tidak sampai terjadi kebiasaan siswa mengharap sesuatu sebagai imbalan (untuk variasi saja).
f) Penguatan tak penuh
Penguatan tak penuh yaitu respon atas sebagian prilaku belajar siswa yang belum tuntas. Misalnya, bila seorang siswa hanya memberikan jawaban sebagian benar, sebaiknya guru mengatakan, “ya, jawabanmu sudah baik, tetapi masih belum sempurna, sehingga siswa tersebut mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya salah, dan ia mendapat dorongan untuk menyempurnakannya. Contoh :
Guru : anak – anak, “sebutkan fungsi uang! (guru memberikan kesempatan kepada siswa kemudian menunjuk salah seorang siswa), coba kamu, Lenny!”
Lenny : uang sebagai alat pembayaran pak!
Guru : seratus untuk Lenny, sebutkan pula yang lain!
Lenny : memikirkan jawaban yang diminta guru.







Contoh instrumen observasi keterampilan memberi penguatan
INSTRUMEN OBSERVASI
Keterampilan Memberi Penguatan
(tulislah frekuensi penggunaan)


Sekolah : …………………
Guru : ………………………… Kelas : ………………...
Komponen keterampilan Yang dilakukan atau diucapkan komentar
5 menit I 5 menit II 5 menit III
1. Verval (kata – kata) :
a) Baik
b) Bagus sekali
c) Terima kasih
d) Betul sekali
e) …………
2.Verbal (kalimat) :
a) Jawabanmu tepat sekali
b) Itu suatu pertanyaan yang baik sekali
c) Saya setuju dengan pendapatmu
d) Pikiranmu sangat kritis
e) …………………………………...
3. Gestural :
a) Menaikkan jempol
b) Anggukan menyetujui
c) Senyum
d) Tepuk tangan
e) …………...........................................
4. Kontak
a) Tepuk pundak
b) Jabat tangan
c) Mengangkat tangan siswa
d) ……………………………….
e) …………………………………
Tanggal : ………………………….
Supervisor,

………………......
Sumber : buku Proses Belajar Mengajar. Drs. J.J. Hasibuan, Dip. Ed dan Drs. Moedjiono.